Mata
Kuliah : Penyehatan Makanan dan Minuman
- A
Dosen : Khiki Purnawati Kasim, SST,
M.Kes
LAPORAN PRAKTIKUM
HADRIANA LAHAB
PO714221201017
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-IV
TK.II/A
2022
PEMERIKSAAN KANDUNGAN RHODAMIN-B
PADA SAUS MERAH
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari
2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A Dasar Teori
Rhodamin-B merupakan zat pewarna
yang dilarang untuk digunakan sebagai tambahan bahan makanan. Rhodamin-B adalah
zat pewarna buatan yang digunakan dalam industry tekstil dan kertas. Penggunaan
Rhodamin-B dalam makanan masih terdapat di lapangan. Contohnya BPOM di Makassar
berhasil menemukan zat Rhodamin B pada kerupuk, sambal botol dan sirup melalui
pemeriksaan pada sejumlah sampel makanan dan minuman. Zat pewarna sintetis ini
sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai mata dan kulit serta tertelan.
Pengaruh buruk bagi kesehatan antara lain menimbulkan pengaruh yang buruk
seperti iritasi pada saluran pencernaan dan lain-lain.
Pemakaian bahan pewarna sintetis
dalam pangan walaupun mempunyai dampak positif bagi produsen dan bagi konsumen,
diantaranya dapat membuat suatu pangan lebih menarik, meratakan warna pangan,
dan megembalikan warna dan bahan dasar yang hilang atau berubah selama
pengolahan, ternyata dapat pula menimbulkan hal-hal yang tidak dinginkan dan
bahkan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Penggunaan bahan pewarna
sintetis oleh para pedagang makanan tradisional di pasar atau pusat
perbelanjaan disebabkan kurangnya pengetahuan terhadap bahaya pewarna sintetis
yang dilarang. Selain itu, pertimbangan harga relatif murah sehingga para
pedagang menggunakan pewarna yang tidak diizinkan tersebut.
Berdasarkan Permenkes RI NO.
1168/MENKES/PER/XI/1999 bahwa salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang
digunakan yaitu Rhodamin-B. Hal ini juga sesuai dengan PerBPOM NO. 11 Tahun
2019 tentang Bahan Tambahan Pangan yang
Berbahaya Bagi Kesehatan yaitu
Rhodamin-B. Hal ini dikarenakan Rhodamin-B bersifat toksik bagi tubuh. Untuk dapat terhindar dari makanan atau
minuman yang mengandung Rhodamin-B maka
harus diperhatikan warna yang mencolok pada
makanan dan minuman serta memiliki rasa yang pahit.
B. Hasil
Hasil yang diperoleh setelah
melakukan pemeriksaan pada sampel saus merah yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di kota makassar yaitu sampel negatif dari Rhodamin-B.
C. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di laboratorium kimia pada tanggal 11 Februari 2022 dimana dilakukan
pemeriksaan kandungan Rhodamin-B pada sampel saos sambal merah yang diperoleh
dari pasar yang ada di kota makassar . Di mana hasil yang diperoleh yaitu tidak adanya kandungan
Rhodamin-B pada sampel (Negatif Rhodamin-B). Untuk mengetahui makanan atau
minuman yang mengandung Rhodamin-B, maka sebaiknya kita harus mengetahui
beberapa ciri-ciri makanan atau minuman yang terindikasi mengandung
Rhodamin-B.
Adapun ciri-ciri saos yang tidak
mengandung Rhodamin-B yaitu warna saos yang tidak mencolok, tidak ada gumpalan
warna, tidak menimbulkan rasa pahit ketika dikonsumsi serta tidak memunculkan
rasa gatal di tenggorokan. Hal ini menunjukkan bahwa saus merah ini dapat di
konsumsi oleh manusia karena tidak mengandung rhodamine – B bahan yang
berbahaya.
D. Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh
dapat diketahui bahwa sampel yang diperiksa negatif dari Rhodamin-B. hal ini
menandakan bahwa saus merah tersebut memenuhi syarat yang ditentukan Permenkes
RI NO. 1168/MENKES/PER/XI/1999 dan aman digunakan atau dikonsumsi
karena tidak menimbulkan dampak buruk.
E. Saran
1. Masyarakat dapat membeli saus merah di pasaran yang
terbukti tidak mengandung Rhodamin-B dengan ciri-ciri warna saus merah tidak
mencolok, tidak ada gumpalan warna pada saus merah, tidak menimbulkan rasa
pahit dan rasa gatal ditenggorokan ketika dikonsumsi.
2. Perhatikan kode kemasan sebelum membeli seperti izin dari
BPOM.
PEMERIKSAAN KANDUNGAN METHYL YELLOW
PADA SAUS KUNING
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari 2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A. Dasar Teori
Zat pewarna buatan yang bisa
mengganggu kesehatan manusia bila dikonsumsi melebihi batas, di negeri kita
juga sering kali ditemukan makanan atau minuman yang menggunakan bahan pewarna
yang dilarang (Permenkes 722/menkes/per/iv/88). Bahan-bahan pewarna tersebut
diantaranya Methyl Yellow yang dicampurkan ke dalam saos tomat, minuman, mie
basah maupun kering, tahu, serta makanan dan minuman yang umum diperjual
belikan di lingkungan kita. Padahal sebenarnya, pewarna tersebut digunakan
untuk industri tekstil.
Methyl yellow atau Methanil
yellow merupakan zat pewarna sintetis berbentuk serbuk, padat,
berwarna kuning kecolatan. Kuning Metanil pada umumnya digunakan sebagai
pewarna tekstil dan cat. Ciri pangan dengan pewarna kuning metanil biasanya
berwarna kuning mencolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik
warna karena tidak homogen. Zat warna ini bersifat racun dan berbahaya karena
mengandung residu logam berat. Industri tekstil menggunakan logam berat sebagai
bahan pengikat warna agar warna yang dihasilkan menjadi lebih terang dan indah.
Dalam jangka panjang akan terjadi kerusakan organ hati dan ginjal, hingga
menyebabkan kanker.
B. Hasil
Hasil yang diperoleh pada pemeriksaan
kandungan Methyl yellow pada saus kuning yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di kota makassar yaitu diperoleh hasil negatif pada sampel.
C. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan pada 11 Februari
2022, hasil yang diperoleh yaitu sampel saus kuning yang didapatkan dari pasar yang ada di kota makassar negatif tidak mengandung Methyl yellow.
Dari sampel yang diperoleh tidak
memiliki tampilan fisik yang menunjukkan sampel tersebut memiliki kandungan
Methyl yellow. Ciri-ciri produk pangan yang negatif dari Methyl Yellow yaitu
warna kuning pada produk pangan tidak mencolok, tidak terdapat gumpalan warna
kuning pada produk pangan, tidak terasa pahit ketika dikonsumsi dan warna pada
produk pangan homogen.
Hal yang menyebabkan tidak adanya
kandungan Methyl yellow pada sampel yaitu jenis pewarna yang ditambahkan
bukanlah Methyl yellow, dan pewarna tersebut berasal dari pewarna alami atau
sintesis yang telah diatur batas penggunaannya dengan baik dalam makanan.
Selain itu, hal lain yang menyebabkan sampel ini negatif karena dari produsen
produk memilah terlebih dahulu bahan makanan atau minuman yang aman dan tanpa
memiliki kandungan Methyl yellow yang membahayakan.
D. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan, dapat diketahui bahwa sampel saus kuning yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di kota makassar tidak mengandung methyl yellow yang memenuhi syarat dari Permenkes 722/menkes/per/iv/88 dan aman
untuk digunakan karena memenuhi persyaratan .
E. Saran
1. Membeli saus kuning pada pedagang yang saus kuningnya
terbukti tidak mengandung methyl yellow dengan ciri-ciri warna kuning merata
atau tidak mencolok, tidak terdapat gumpalan warna kuning, dan ketika
dikonsumsi tidak terasa pahit.
2. Lebih teliti dalam memilih bahan pangan yang akan
dikonsumsi dan perhatikan lebih detail ciri-ciri fisik pada bahan pangan.
PEMERIKSAAN KANDUNGAN BORAKS PADA LONTONG
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari 2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A. Dasar Teori
Boraks adalah senyawa berbentuk
kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu serta tekanan normal. Umumnya
digunakan untuk mematri logam, proses Pembuatan gelas dan enamel, sebagai
pengawet kayu, serta pembasmi kecoa. Boraks biasanya digunakan sebagai bahan
pembersih dan antiseptik yang berupa hablur (kristal berwarna kuning atau
serbut berwarna coklat, yang biasa juga digunakan membantu melelehkan zat
padat. Jika dikonsumsi manusia dapat menimbulkan berbagai penyakit Jaringan
syaraf dan gangguan hati dan ginjal. Boraks dapat merusak dalam tubuh manusia
bersyat akumulatif dalam organ tubuh seperti menggunakan boraks. Bila digigit
akan kembali ke bentuk semula Laju gatahan lama dan awet hingga beberapa hari,
warnanya juga lebih putih berbeda dengan bakso kanpa boraks yang berwarna
abu-abu dan merata semua bagian.
Boraks sejak lama telah digunakan dimasyarakat untuk pembuatan gender nast,
krupuk gender, atau kerupuk puli yang secara tradisional di Jawa disebut
"karak atau "Lempeng". Disamping itu boraks di gunakan di
industri makanan seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, bakso
bahkan dalam Pembuatan kecap..
B. Hasil
Hasil yang diperoleh pada
pemeriksaan boraks pada sampel lontong yang didapatkan dari salah satu pedagang
dari pasar Sungguminasa, Gowa sampel terbukti positif mengandung boraks.
C. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan pada 11 Februari
2022, di mana dilakukan pemeriksaan boraks pada sampel lontong yang didapatkan
dari salah satu toko pedagang dai kota gowa, hasil yang diperoleh yaitu
kandungan boraks pada sampel positif, di mana hal ini menandakan bahwa sampel
lontong tersebut tidak aman untuk dikonsumsi karena memiliki bahan tambahan
pangan yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak memenuhi persyaratan.
Pada saat pemeriksaan sampel,lidi
yang digunakan, kunyitnya berubah warna lebih pekat yang menunjukkan adanya
kandungan boraks pada lontong. Penjual menggunakan boraks karena lebih praktis,
mudah diperoleh dan tidak menimbulkan bau. Biasanya lontong memakai bahan
boraks aromanya tajam seperti bau obat dan sedikit asam sementara Jika lontong
berbahan alami tanpa boraks baunya lebih natural yakni bersumber dari bau daun
yang membalut lontong. Borates sebetulnya Sudah dilarang penggunaannya menurut
sk Mentersn kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1x/1988. Boraks Sangat berbahaya
jika berhirup mengenai kulit, mata dan bertelan.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh
dapat diketahui bahwa lontong yang didapatkan dari pasar Sungguminasa, Gowa diketahui
mengandung boraks dan tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak aman untuk
dikonsumsi.
E. Saran
1.
Lebih teliti dalam memilih makanan dan memperhatikan
ciri fisik seperti warna yang mencolok dari aslinya.
PEMERIKSAAN KANDUNGAN FORMALIN PADA
IKAN
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari 2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A. Dasar
Teori
Formalin
merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai bahan disenfektan
pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industry tekstil dan kayu,
formalin memiliki bau yang sangat menyengat dan mudah larut dalam air maupun
alkohol.
Ikan merupakan komoditi ekspor yang
mudah mengalami pembusukan dibandingkan produk daging, buah dan sayuran.
Pembusukan pada ikan terjadi karena beberapa kelemahan dari ikan yang dimana
tubuh ikan mengandung kadar air tinggi (80%) dan pH tubuh mendekati netral. Adapun
berdasarkan Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/1988 dan PerBPOM No. 11 Tahun 2019
tentang Bahan Tambahan Pangan di mana penambahan formalin sebagai bahan
tambahan pangan dilarang karena memiliki bahaya yang merugikan kesehatan.
Dimana apabila memakan makanan yang memiliki kandunga formalin secara
berlebihan maka dapat pula menimbulkan dampak yang lebih buruk.
Ikan yang sudah diberikan formalin akan memiliki tekstur
yang keras. Jika Anda tekan dengan jari, ikan akan mengeluarkan aroma bau asam. Ketika dipegang ikan terasa keras, kaku, dan
tegang. Kondisi tersebut sangat berbanding terbalik dengan ikan yang masih segar
B. Hasil
Hasil yang diperoleh pada sampel
ikan layang yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di
Kota Makassar, di mana hasil pemeriksaan menunjukkan sampel ikan yang diperiksa
positif dari kandungan formalin.
C. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan pada 11 Februari
2022, dimana sampel ikan yang diperiksa didapatkan dari salah satu pasar yang
ada di kota makassar. Hasil yang diperoleh yaitu sampel positif dari kandungan
formalin dan ikan tersebut kurang layak untuk di konsumsi.
Formalin tidak diizinkan ditambahkan
kedalam bahan makanan attau digunakan sebagai pengawet makanan, tetapi formalin
mudah diperoleh di pasar bebas dengan harga murah. Ikan yang sudah diberikan formalin akan memiliki tekstur
yang keras. Jika Anda tekan dengan jari, ikan akan mengeluarkan aroma bau asam. Ketika dipegang ikan terasa keras, kaku, dan
tegang. Kondisi tersebut sangat berbanding terbalik dengan ikan yang masih segar.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang
telah dilakukan, sampel ikan yang diperoleh dari salah satu pasar yang ada di
kota makassar menunjukkan hasil yang positif dari kandungan formalin. Hal ini
menunjukkan bahwa ikan yang diperoleh tidak aman untuk dikonsumsi karena
mengandung formalin.
E. Saran
1. Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih ikan dan tidak
membelinya jika tidak memenuhi
persyaratan seperti tektstur yang keras dan mengeluarkan aroma asam.
PEMERIKSAAN
KANDUNGAN ARSENIK PADA IKAN
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari 2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A. Dasar Teori
Arsenik (As) atau sering disebut
arsenik adalah suatu zat kimia yang ditemukan sekitar abad 13. Sebagian besar
arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi ion organik.
Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada
manusia. Arsen organic dapat larut dalam air atau berbentuk gass dan terpapar
pada manusia. Arsenic salah satu unsur paling beracun dan dijumpai dalam tanah,
udara dan air. Gejala keracunan arsen terutama adalah sakit dikerongkongan
sukar menelan, menyusul rasa nyeri lambung dan muntah-muntah. Kompensasi dari
pemaparan arsen terhadap manusia yaitu kanker
Arsen terkandung dalam ikan dan
makanan laut lainnya, seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Pola konsumsi yang
banyak memakan seafood dan kerang-kerangan merupakan potensi besar untuk
mengalami intoksikasi arsen karena tingginya kandungan arsen pada
makanan-makanan tersebut. Kandungan arsen pada makanan laut mencapai angka
lebih dari 4,5 mikrogram arsen/g berat basah. Arsen juga dapat ditemukan dalam
daging dan sayur-sayuran namun jumlahnya amat kecil.
Adapun standar baku mutu badan POM
Nomor HK. 00.06.1.5.2.4011 tahun 2009 itu mengatkan bahwa nilai ambang batas
arsen adalah 1,0 mg/kg.
B. Hasil
Hasil yang diperoleh pada sampel
ikan yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di Kota
Makassar, dimana hasil pemeriksaan kadar 0 mg/l atau negatif dari kandungan
arsenik.
C. Analisa Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan pada tanggal 11
Februari 2022, dimana dilakukan pemeriksaan kandungan arsenik pada sampel ikan
yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di kota
makassar tidak mengandung arsenic dan sampel layak untuk di konsumsi.
Hasil yang diperoleh yaitu sampel
ikan tersebut memiliki kandungan 0 mg/l atau negatif dari arsenik, yang
menandakan ikan tersebut aman untuk dikonsumsi. Hal ini menandakan bahwa daerah
tempat pengambilan ikan tersebut tidak ada zat tercemar seperti industri atau
limbah berbahaya.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh,
dimana sampel ikan yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di Kota
Makassar memiliki kandungan arsen sebesar 0 mg/l atau negatif dari kandungan
arsen. Hal ini menandakan bahwa sampel yang telah diperiksa aman untuk
dikonsumsi karena tidak ada kontaminasi arsen dan memenuhi persyaratan.
E. Saran
1. Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih ikan dan tidak
membelinya jika tidak memenuhi
persyaratan seperti tektstur yang keras dan mengeluarkan aroma asam
PEMERIKSAAN KANDUNGAN MERKURI PADA IKAN
Hari/tanggal : Jum’at, 11 Februari 2022
Waktu :
14.00-16.00 WITA
Lokasi :
Laboratorium kimia jurusan kesehatan lingkungan
A. Dasar Teori
Merkuri atau raksa (Hg) merupakan
unsur logam yang sangat penting dalam teknologi di abad modern saat ini.
Merkuri di berikan simbol kimia Hg yang merupakan singkatan yang berasal dari
bahasa Yunani Hydrargyricam yang berarti cairan perak Merkuri terdiri dari 3
jenis, yaitu merkuri elemental merkuri Inorganik, dan merkuri organik. Merkuri
elemental pada suhu 25°C berwujud caran berwarna abu-abu, tidak berbau dengan
berat. molekul 200.59 g/mol, memiliki titik lebur -38,7°C, dan titik didih
356.72°c. Jenis ini paling mudah menguap, relatif tidak larut dalam air dan
asam hidroklorida, larut dalam lemak, asam nitrat, dan pentane. Merkuri organik
tidak mudah larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut organik.
Merkuri yang terdapat di
perairan/laut diubah menjadi metil merkuri oleh bakteri tertentu. Hewan laut
akan terkontaminasi metal merkuri apabila laut tersebut tercemar oleh merkuri
dengan cara meminum atau memakan ikan yang mengandung merkuri. Ion merkuri
menyebabkan pengaruh toksik, karena terjadinya proses presipitasi protein
menghambat aktivasi enzim dan bertindak sebagai bahan yang korosif. Waktu paruh
dari metal merkuri pada tubuh manusia sekitar 70-90 hati, tetapi eliminasi dari
jaringan sangat lambat dan tidak teratur, sedangkan akumulasinya dapat dengan
mudah menimbulkan gejala toksisitas.
Untuk standar kandungan merkuri yang
ditentukan berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) 7387;2009 Tentang Batas
Cemaran Logam Berat dalam Pangan untuk produk ikan dan olahan ikan yang
mengandung merkuri sebesar 0,5 mg/l. Adapun
ciri-ciri ikan yang segar yaitu mempunyai mata bening, berwarna terang dan
aromanya segar.
B. Hasil
Hasil yang diperoleh pada sampel
ikan yang didapatkan dari salah satu pasar yang ada di Kota
Makassar, di mana hasil pemeriksaan kadar kandungan merkuri pada sampel
menunjukkan hasil yang negatif tidak terdapat kandungan merkuri pada sampel.
C. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan di Laboratium kimia jurusan kesehatan lingkungan pada 11 Februari
2022, dimana dilakukan pemeriksaan kandungan merkuri pada sampel ikan yang
didapatkan dari salah satu pasar yang ada di kota makassar
tidak mengandung merkuri dan layak untuk di konsumsi oleh manusia.
Hal tersebut menandakan bahwa sampel
ikan kering yang diperoleh dari Pasar Daya Kota Makassar tidak tercemar limbah
industri yang ada di sekitar Pasar atau limbah rumah tangga. Hal lain yang
dapat menyebabkan sampel yang diperoleh tidak memiliki kandungan merkuri karena
tempat penyimpanan ikan yang tidak terkontaminasi merkuri. Adapun ciri-ciri
ikan yang tidak terkontaminasi merkuri yaitu mempunyai mata yang bening,
aromanya terbilang segar, dan tidak berbau asam. Merkuri bisa masuk ke dalam
tubuh manusia melalui paparan langsung pada kulit, udara yang terhirup dan
makanan atau miniman yang dikonsumsi. Jika berlebihan merkuri dapat membahayakan
system kekebalan tubuh, otak, paru-paru dan ginjal.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh
bahwa sampel ikan yang didapatkan di salah satu pasar yang ada
di kota makassar, sampel tersebut tidak memiliki kandungan merkuri atau
mememnuhi persyaratan, sehingga sampel tersebut dikatakan aman untuk
dikonsumsi.
E. Saran
1. Sebaiknya lebih cermat dalam memilih dan memilah produk
olahan pangan dan kondisi lingkungan sekitar pasar.
Daftar Pustaka
Arif. 2017. Identifikasi Rhodamin B Pada Makanan.
Online.
http://arifsetiawansyah.blogspot.com/?m=1. Diakses pada
12 Februari 2022.
Benedicta, Klara, William. 2017.
Pembuktian Kandungan
Boraks Dalam Makanan Sehari-hari.
Online. https://www.academia.edu/35088800/MAKALAH_PERCOBAAN _BORAKS. Diakses pada tanggal 12 Februari
2022.
Dian, wuri Astuti . 2019. Kenali Bahaya Kesehatan Formalin
dan Tanda-Tanda Makanan yang Terkontaminasi (Online) Https://theconversation.com Diakses pada tanggal 12 Februari
2022
Fitriani. 2018. Laporan Pemeriksaan Formalin, Boraks, dan
Methyl Yellow
pada Makanan.
Online. http://fitrianisudirman31.blogspot.com/2018/04/mata-kuliah- penyehatan-makanan-dan.html?m=1. Diakses pada tangga
12 Februari 2022.
Sari, Rahman, Shidiq, dkk. 2016. Analisis Dampak dari
Paparan
Zat Merkuri
Terhadap Lingkungan Perairan.
Online. https://www.academia.edu/2016/26017306/MAKALAH_Analisis_ Resiko_Kandungan_Merkuri_Hg_pada_Lingkungan. Diakses
pada tanggal
12 Februari 2022.
Wahyudi, J. 2017. Mengenali Bahan Tambahan Pangan Berbahaya
: Ulasan. http://ejurnal- litbang.patikab.go.id/index.php/jl/article/view/88/83.
Diakses pada tanggal 12 Februari 2022.
Apa dampak yang ditimbulkan bila mengonsumsi produk pangan yang mengandung logam berat seperti arsen dan merkuri?
BalasHapusSangat mengedukasi, dapat dijadikan sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi seluruh elemen masyarakat, mengingat masih banyak masyarakat yang acuh dan minim pengetahuan terhadap sumber makanan yang dapat membahayakan kesehatan.
BalasHapusSangat bermanfaat.. ijin share ke keluarga agar lebih peduli terhadap apa yang dimakan 🙏🙏👍
BalasHapusSangat bermanfaat terimakasih 🙏
BalasHapus